Fenomena Friends With Benefits

Fwb adalah kaum yang tidak terikat dengan apapun.

Zingga Nusantara – “Friends With Benefits” sedang membudaya di kalangan muda di kampus-kampus atau di perguruan tinggi. Orang-orang sudah banyak yang muak dan bosan dengan sebuah relationship yang “konvensional”.

Hubungan seperti pacaran sudah dianggap kurang memfasilitasi lagi institusi hubungan sebuah pasangan. Banyak yang kecewa dengan pola pacaran yang selalu ‘mengikat’ atau ‘membelenggu’ orang yang menjalin kasih tapi begitu-begitu aja.

Pacaran juga membuat kebebasan individu menjadi terkekang sehingga sulit bagi mereka yang sedang menjalani hubungan tersebut untuk menjadi dirinya sendiri. Padahal secara mendasar kita jatuh cinta pada seorang lelaki atau pada seorang perempuan karena jati diri orang tersebut yang berbeda dengan kita.

Kini banyak orang yang beralih pada sebuah hubungan “Friends With Benefits” atau biasa disingkat FWB. Bagi sebagian orang, FWB lebih ideal dibandingkan suatu hubungan selingkuh (affair) atau “one-night-stand”.

Persentase stress dalam hubungan FWB lebih rendah dan lebih membebaskan. Maka dari itu, biasanya hubungan seperti ini bisa berumur lebih panjang dibandingkan sebuah relationship yang konvensional.

Friends With Benefits adalah sebuah hubungan “teman” yang sangat dekat tanpa melibatkan harapan (expectation) satu sama lainnya. Dalam hubungan ini perjalinan yang dibangun meliputi berbagi suka duka, diskusi intelektual, atau sekedar main bersama.

Biasanya, sebagian kaum FWB ini membawa pada sebuah hubungan yang lebih intim diantara dan dapat berakhir pada suatu hubungan seksual.

Dalam hubungan FWB, sentilan “romantisme” lebih cenderung sedikit tapi mempunyai karakteristik utama yang sangat dominan; bahwa satu orang merasa mempunyai perasaan yang lebih dibandingkan yang lainnya.

Prinsip dasar FWB adalah “keterbukaan” (openness); dimana pasangan teman tersebut berbagi  tentang segala macam tanpa rasa malu atau canggung. Dan dalam setiap perbincangan selalu ada “sesuatu”.

Intinya, rang-orang yang melakukan FWB ini tidak menyukai “komitmen” dan menghindari jauh-jauh komitmen ini. Satu-satunya yang dikhawatirkan dalam FWB ini adalah jika salah satu pasangan tersebut kemudian menjadi jatuh hati karena hubungan yang intim ini.Untuk terus bertahan, fondasi dasarnya adalah “pertemanan” dan bukan “romance”.

FWB bersifat “hidden” atau tersembunyi. Ia jarang dilaporkan dan jarang dibahas. Pasangan yang ditanya biasanya hanya menjawab “Ia hanya seorang teman, tidak lebih”.

Maka dari itu pertemanan FWB sesungguhnya adalah sebuah payung (umbrella) suatu aktivitas seksual. Dalam hal ini, maka status suatu hubungan tidaklah penting, yang penting adalah “benefit” dari hubungan tersebut.

Pasangan dari FWB bisa jadi dari suatu teman biasa, sahabat, atau mantan pacar yang biasa ketemuan atau nongkrong bareng. Bahkan dalam situasi tertentu, ia bisa jadi seorang yang tidak dikenal dan kedekatan tersebut akhirnya bisa terjalin dari kualitas perbicangan tersebut.

Faktor yang mempengaruhi terjadinya hubungan FWB selain dari hubungan pacar yang konvensional atau membosankan, adalah karena sifat bawaan individu tersebut yang secara naluriah mempunyai instinct seksual dan persahabatan.

Selain itu juga, komitmen, baik itu pernikahan atau sekedar pacar biasa, sering terbukti tidak mampu lagi menjawab kebutuhan-kebutuhan pribadi manusia yang hidup di jaman sekarang.

Seharusnya, kita sekarang sangat wajib mempertanyakan dulu arti “komitmen” sebelum kita menawarkannya kepada orang yang kita inginkan. Sebelum akhirnya hubungan itu menjadi basi (expired) dan merusak diri kita sendiri.

(zna)

Zingga Nusantara

Content Writter at Zingga Nusantara
Memberikan informasi kepada masyarakat yang membutuhkan merupakan suatu perbuatan atau tindakan yang mulia. Dengan berkembangnya teknologi yang ada di Indonesia, masyarakat akan sangat membutuhkan informasi dengan cepat. Untuk itulah kami hadir untuk memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *