Rujak Khas Bali yang Super Pedas

tmb054

Zingga Nusantara – Umumnya rujak adalah buah-buahan segar yang kemudian disantap dengan saus kacang dengan rasa manis pedas. Di beberapa daerah, rujak kemudian bertransformasi.

Bukan menggunakan buah-buahan melainkan kaldu daging dan bahan lainnya. Seperti di Jawa Timur yang terkenal dengan rujak cingur, Bali khususnya daerah Denpasar terkenal akan rujak kuah pindang.

Kami mengunjungi kios rujak ternama, Rujak Gelogor yang terletak di Jalan Bukit Tunggal, Denpasar.

“Di sini ada jual rujak, bulang (rumput laut), dan tupat bumbu kacang. Terus ada pilihan bumbunya. Mau kuah pindang, kuah pindang gula, bumbu kacang, atau cuka manis,” kata Ani, yang akrab disapa bu Ani, pemilik kios Rujak Gelogor.

Jujur saja untuk orang baru pertama kali berkunjung ke Rujak Gelogor menu tersebut terdengar membingungkan. Seperti banyak kemungkinan dari gabungan bahan dan kuah bumbu.

Jika bahan ini dijodohkan dengan bumbu atau kuah ini lalu jadilah sajian ini, atau ada kemungkinan lain dan lainnya lagi. Pusing? Jangan, Ani dengan cerdas memberi metode pemesanan yang unik.

Rujak Bali ini sangat cocok jika dipadukan dengan teh hangat
Rujak Bali ini sangat cocok jika dipadukan dengan es teh manis

Ia tak memiliki menu. Hanya ada selembar kertas kosong. Tuliskan sendiri bahan rujak, bumbu, dan tingkat kepedasan yang Anda inginkan. Jangan lupakan jumlah dan permintaan makan di tempat atau dibungkus.

Sampailah dua piring rujak yang dipesan. Suapan pertama saat menjajal rujak rumput laut kuah pindang. Rasanya unik! Sungguh unik, ada tekstur garing ‘krenyes’ dari rumput laut yang berbentuk akar, kacang goreng, dan serutan kelapa disantap dengan kuah ikan pindang gurih dengan tambahan terasi dan kaya rempah.

Seorang perempuan berteriak “Pedas!”. Sementara seorang perempuan di meja lainnya nampak berwajah merah sambil sesekali menarik napas karena kepedasan.

Uniknya lagi semua pelanggan Rujak Gelogor berjumlah sembilan orang yang terlihat hari itu adalah perempuan dari segala usia. Bukti kalau rujak dan perempuan memang memiliki hubungan yang erat.

Ani kemudian bercerita jika dulu usahanya tidak sebesar sekarang. “Dulu kecil sekali dari hanya meja. Jualan seperti ini sebenarnya capek, harus bangun jam setengah tiga pagi. Saya masak kuah dua jam, adik saya yang laki-laki memarut buahnya,” tutur Ani yang sekarang menyerahkan urusan mengulek bumbu terasi dan cabai kepada rekannya yang lain.

Harga seluruh menu rujak, tupat, dan bulang atau rumput laut dengan beragam variasi kuah dibanderol sama rata yakni Rp 10.000. Kecuali ketupat dengan topping telur dibanderol seharga Rp 13.000.

Rujak Gelogor buka dari pukul 10.00 sampai pukul 18.00. Bagi Anda para pecinta kuliner khas daerah, Rujak Gelogor sangat sayang untuk dilewatkan saat berkunjung ke Denpasar, Bali.

(zna)

Zingga Nusantara

Content Writter at Zingga Nusantara
Memberikan informasi kepada masyarakat yang membutuhkan merupakan suatu perbuatan atau tindakan yang mulia. Dengan berkembangnya teknologi yang ada di Indonesia, masyarakat akan sangat membutuhkan informasi dengan cepat. Untuk itulah kami hadir untuk memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *