Pesona Eksotika Gunung Guntur di Garut

tmb008

Zingga Nusantara – Gunung Guntur terletak di kabupaten Garut, jawa Barat. Lebih tepatnya di kecamatan Tarogong Kelor. Untuk mencapai gunung guntur, kami berangkat dari bekasi berkumpul di pasar cibitung untuk menumpang dengan kendaraan truk sayur dan membayar biaya sebesar 25rb. Harga tersebut sudah naik dibandingkan dengan biaya sebelum sebelumnya yang hanya 15rb sampai 20rb.

Apabila biasanya jika ingin naik ke gunung yang terdapat di garut seperti papandayan dan juga cikuray, maka kita harus turun sampai terminal guntur, tetapi untuk kali ini, kita turun jauh dari terminal guntur. Kami turun di pom bensin tarogong kelor.

Setelah turun di pom bensin, kami melanjutkan perjalanan menuju rumah pak RW atau pihak yang biasa mengurusi registrasi para pendaki yang ingin mendaki di gunung guntur tersebut. Dari pom bensin menuju rumah pak RW lumayan jauh dan memakan waktu kira kira 30 menit dengan menumpang truk sayur dan membayar biaya sebesar 15rb rupiah. Setelah sampai di rumah pak RW, kita melakukan registrasi sebesar 15rb untuk mengisi data dan perlengkapan serta diberikan peta penunjuk arah menuju jalur pendakian.

Setelah registrasi selesai, kami melanjutkan perjalanan melewati lokasi penggalian tambang pasir dengan kembali menumpang truk pasri yang melewati daerah itu. Setelah sampai di lokasi penggalian tambang pasir yang cukup jauh juga ternyata dari lokasi rumah pak RW, begitu juga dengan jalur yang kita lewatin ternyata sangatlah sulit karena banyak pasir dan juga batu batu.

Selanjutnya kami berjalan mengikuti arah peta penunjuk arah yang telah diberikan sebelumnya oleh pak RW. Yang istimewa dari gunung guntur ini adalah kita bisa mendapatkan sinyal handphone dan bahkan sesekali mendapatkan sinyal internet. Mungkin menurut saya karena ketinggian gunung guntur yang hanya 2249mdpl ditambah dengan tidak adanya pepohonan yang tinggi menjulang seperti di gunung – gunung lainnya sehingga memudahkan kita untuk mendapatkan sinyal.

tmb009
Trek Berpasir Gunung Guntur

Trek di gunung guntur awalnya hanya melewati rumput rumput tandus dan sedikit semak, tetapi lambat laun dan semakin kita berada di atas, maka kondisi semakin berubah, dimana kondisi trek menjadi lebih curam dan trek batu dan pasir yang sangat menyulitkan kita semua, terlebih pada saat itu hujan sangat lebat turun secara tiba – tiba. Kami pun tidak bisa berteduh karena kondisi gunung guntur yang benar benar ekstrem dan sangat terbuka sehinggal tidak ada satupun pohon yang tinggi yang bisa melindungi kami dari hujan yang sangat deras itu hingga akhirnya kami sampai dan memutuskan untuk mendirikan tenda untuk kami beristirahat.

Lokasi Gunung guntur sangat curam, mungkin bisa sekitar 70 derajat kemiringannya ditambah dengan jalan pasir yang berbatu batu serta pasir yang jangan rentan longsor. Untungnya kami melewati jalur yang dekat dengan air terjun sehingga jika kita kehabisan air, kita tidak susah untuk mencari cari sumber air.

Waktu yang kami tempuh untuk menaiki gunung guntur kira kira sekitar 6 – 8 jam. Mungkin untuk warga sekitar yang sudah biasa menaiki gunung guntur, hanya sekitar 3 – 4 jam. Gunung guntur sangat sepi, mungkin juga faktor kondisi gunung guntur yang masih ditutup karena cuaca ekstrem yang ada di sekitar gunung guntur bulan february lalu.

Untuk perjalan turun kami hanya menempuh waktu kurang lebih 4 – 5 jam saja. Perjalanan turun lebih berbahaya karena harus mengimbangi barang bawaan yang kita bawa dengan kondisi badan serta jalur yang kita lewati. Dan akhirnya kami pun sampai dengan kondisi basah kuyub sampai kembali ke rumah bapak RW dan segera melanjutkan perjalanan pulang dari Garut menuju Bekasi yang memakan waktu kurang lebih 6 – 7 jam.

(zna)

Zingga Nusantara

Content Writter at Zingga Nusantara
Memberikan informasi kepada masyarakat yang membutuhkan merupakan suatu perbuatan atau tindakan yang mulia. Dengan berkembangnya teknologi yang ada di Indonesia, masyarakat akan sangat membutuhkan informasi dengan cepat. Untuk itulah kami hadir untuk memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *