Gunung Papandayan, Kesempurnaan Alam Indonesia dari Garut

tmb006

Zingga Nusantara – Gunung Papandayan merupakan salah satu gunung yang sangat popular di kalangan pendaki. Gunung Papandayan berada di kabupaten garut, Jawa Barat. Gunung Papandayan sangat cocok didaki bagia para pendaki pemula karena trek nya yang landai dan tidak memakan waktu yang lama.

Gunung Papandayang memiliki ketinggian 2622 meter di atas permukaan laut. Gunung papandayan memiliki suhu yang sangat rendah, bahkan jika dalam musim dingin atau musim hujan, suhu bisa mencapai nol derajat.

Berbeda dengan Gunung Bromo atau Gunung Tangkuban yang bisa diakses dengan mudah tanpa pendakian berarti, Gunung Papandayan tetap harus didaki dengan persiapan pendakian yang matang. Ini membuat pendaki pemula tetap akan merasakan sensasi persiapan pendakian, seperti belajar packing, nge-list kebutuhan alat dan logistik, pinjem-pinjem atau nyewa peralatan yang belum ada, baca-baca catper orang, dan sebagainya.

Para pendaki pemula bisa mempelajari itu dari tanjakan demi tanjakan yang dilalui. Tentu tanjakan-tanjakan itu tidak seberat di dua gunung di Garut lainnya, Cikuray dan Guntur, sehingga pendaki pemula bisa memperkirakan seberapa kuat kondisi fisiknya untuk pendakian di gunung yang lain. Selain itu, pendaki pemula juga bisa mulai belajar mengatur penggunaan air minum, mendirikan tenda, memasak dengan alat yang terbatas, mengambil kembali sampah, dan kondisi-kondisi khas pendakian lainnya.

Gunung Papandayan memang gunung yang bagus untuk belajar mendaki, tapi pembelajaran yang paling bagus dari Papandayan adalah bahwa banyak dari kecantikan alam ciptaan-Nya tersembunyi dengan baik di ketinggian. Dari mulai awal pendakian, para pendaki bakal melihat megahnya kompleks kawah Gunung Papandayan yang dikelilingi tebing-tebing tinggi. Kepulan-kepulan asap dan air belerang yang meletup-letup memperlihatkan seberapa aktif gunung ini. Bau belerang yang menyengat dari arah kawah malah menjadi daya tarik tersendiri.

Pos-pos peristirahatan pun cukup nyaman dengan berdirinya beberapa warung warga hingga Gober Hut, setelah sekitar 1,5 jam pendakian. Para pendaki bisa melihat longsoran besar yang dulu memotong jalur utama. Lalu juga melewati sungai kecil yang cantik dengan air pegunungan yang segar.

Tempat camp, Pondok Saladah, adalah tempat yang tidak kalah menarik. Disini terdapat luasan yang juga ditumbuhi bunga Eidelweis, dan juga terdapat sumber air yang cukup melimpah. Pondok Saladah menghadap ke bukit yang menjulang indah. Di pagi hari yang cerah, bukit ini terlihat sangat bagus diterpa cahaya mentari.

Hanya beberapa ratus meter dari Pondok Saladah, terdapat Hutan Mati yang terkenal. Pohon-pohon yang mati ini memang agak memberi suasana mistis, namun keindahannya hampir tidak ada duanya. Disini juga pendaki bisa melihat keindahan sun rise. Tapi tetap harus hati-hati, jangan melewati (atau kalau bisa bahkan jangan mendekati) tanda batas aman karena tanah Hutan Mati yang tepat berada diatas kawah ini rawan longsor.

Dari Hutan Mati, naiklah menuju Taman Edelweiss Tegal Alun. Tegal Alun adalah satu dari hanya empat spot terbaik untuk menikmati taman bunga abadi, Edelweiss, di seluruh Indonesia. Taman ini sangatlah luas dan indah. Luasnya hingga 32 hektar. Itu lebih dari 40 kali luas lapangan bola. Wow!

Para pendaki sebaiknya melakukan peristirahatan atau membuat tenda di camp area, tempat yang sangat cocok yaitu bukit saladah karena lokasi yang strategis, luas dan nyaman untuk para pendaki beristirahat, para pendaki tidak boleh mendirikan tenda dan bermalam di Tegal Alun. Selain karena angin yang kencang di malam hari, kelestarian tanaman Edelweiss dan juga fauna-fauna malam juga menjadi alasannya.

Pendaki juga bisa meneruskan pendakian ke puncak Papandayan. Walaupun treknya jelas, dan sudah ada plang penanda, trek menuju puncak ini memiliki tingkat kesulitan diatas trek-trek sebelumnya. Kemiringan yang curam, hutan yang rapat, serta bahaya jurang akan ditemui di trek ini. Dari puncak dapat terlihat betapa luasnya Tegal Alun, kompleks kawah yang megah, dan Pondok Saladah di balik bukit di kejauhan.

————————————————————————————–
DATA PAPANDAYAN

Lokasi Administratif : Kec. Cisurupan, Kab. Garut, Jawa Barat
Poisi Geografis : 70 19’00” LS & 1070 44’00″BT
Ketinggian : 2665 mdpl, 1950 m di atas dataran kota Garut
Tipe Gunung Api : Strato Tipe A
Pos Pengamatan : Kp. Pusparendeng, Desa Pakuwon, Kec. Cisurupan (1050 mdpl)
Nama Kawah : – Kawah Mas, – Kawah Nangklak, – Kawah Manuk
Erupsi : 1772, 1923, 1942, 2002.
—————————————————————————————

(zna)

Zingga Nusantara

Content Writter at Zingga Nusantara
Memberikan informasi kepada masyarakat yang membutuhkan merupakan suatu perbuatan atau tindakan yang mulia. Dengan berkembangnya teknologi yang ada di Indonesia, masyarakat akan sangat membutuhkan informasi dengan cepat. Untuk itulah kami hadir untuk memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *